Beberapa Kekurangan dalam Meminjam Uang di Bank

Dengan zaman yang serba cepat membuat orang membutuhkan teknologi modern, mulai dari teknologi informasi, teknologi komunikasi, hingga teknologi transportasi. Gaya hidup ini mendorong banyak orang untuk menggunakan segala cara untuk memperoleh dan menikmatinya. Salah satunya adalah dengan melakukan dana pinjaman tunai.

Meminjam uang memang sangat memudahkan, apalagi jika Anda membutuhkan uang tersebut dalam waktu yang cepat.Tapi sebenarnya meminjam uang di bank terdapat untung rugi dari pinjaman uang pribadi di bank. Dengan mengetahui keuntungan dan kerugian tersebut, Anda bisa lebih bijak dalam mengelola utang agar menjadi utang pinjaman baik. Selain di bank, banyak kok pilihan lain untuk meminjam uang, contohnya melalui jaminan BPKB pinjaman dana online yang lebih mudah. Nah, untuk yang memilih pinjam uang di bank, berikut adalah beberapa kekurangannya yang perlu anda ketahui:

  • Bank selalu mentaati peraturan dengan ketat. Dengan kata lain, Anda harus mengikuti seluruh aturannya, misalnya dengan pelunasan yang tepat waktu dan tepat jumlah. (Tidak ada tenggang waktu untuk anda melunasi utang di bank jika anda belum memiliki uang).
  • Anda bisa bergantung pada utang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan. Artinya, besar kemungkinan Anda menerapkan gaya hidup melebihi kemampuan (besar pasak daripada tiang).
  • Memperbesar kesenjangan social Dengan adanya utang bank yang kaya semakin kaya dengan memperbanyak pinjaman untuk modal usahanya, sedangkan yang miskin semakin miskin karena mengambil pinjaman untuk membayar cicilan-cicilannya.
  • Perluasan kredit menimbulkan inflasi.
  • Anda bisa saja dikejar-kejar debt collector jika gagal bayar alias telat melunasi cicilan dan utang. Disini bank selaku pihak pemberi pinjaman dapat melakukan upaya bersifat paksa agar pihak yang berutang dapat melunasi utang meski harus jatuh bangkrut.
  • Dapat dilakukan penyitaan atas aset berharga Anda jika terjadi kredit macet atau Anda gagal bayar. Sebagai contoh, penyitaan rumah karena KPR macet atau pengambilan kepemilikan perusahaan dalam hubungan kerja sama.

Tags: