|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
| |
Kamis, 14/01/2010 [11:35:58] |
|
| |
Dana PEMK Belum Cair |
|
| |
Foke Marahi Kadis KUMKMP Ade |
|
| |
[Jakarta] |
|
| |
|
|
| |
Jakarta, Radar Online
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo memarahi Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) Ade Soeharsono, karena dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kelurahan (PEMK) belum sampai ke masyarakat, lantaran birokrasi yang dinilai berbelit-belit.Temuan itu didapat ‘Foke’ sapaan akrab Fauzi ketika menjalankan programnya berkantor sehari di Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (13/1), dan bertemu dengan Dewan Kelurahan (Dekel) setempat yang mengadukan masalah itu. "Saya paling tidak suka kalau urusan yang menyangkut kesejahteraan masyarakat harus terganjal karena birokrasi begini. Kalau saya tidak datang ke kelurahan, mungkin masalah-masalah seperti ini saya tidak akan tahu," kata Fauzi dengan kesal.
Anggota Dekel setempat, Nano Suyatno, mengadukan dana PEMK yang seharusnya telah digulirkan sejak 27 Desember 2009 belum dapat dinikmati masyarakat karena pencairan dana di Bank DKI Cabang Bendungan Hilir menuntut koperasi untuk mengantongi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) terlebih dahulu.
Di depan anggota Dekel, Fauzi lantas menghubungi Kepala Dinas KUMKMP Ade Soeharsono via telepon seluler, guna menanyakan hal tersebut dan meminta Ade untuk segera datang ke Kebon Melati guna memberikan keterangan. "Ane (saya) lagi ada di depan warga nih, laporan ente (kamu) katanya sudah beres. Tapi, kenapa pencairan dana PEMK Kebon Melati masih bermasalah?" tanya Fauzi.
"Sudah lima belas hari belum cair dan harus punya SIUP, bagaimana ceritanya," tambah Fauzi, memarahi kepala dinas tersebut, melalui telepon di depan masyarakat.
Dana PEMK untuk Kelurahan Kebon Melati dianggarkan sebesar Rp 540 juta untuk 500 warga yang telah mengajukan permohonan pemanfaatan dana tersebut.
Nano mengatakan, warga telah berusaha mengurus SIUP tersebut ke Suku Dinas KUMKMP Jakarta Pusat, namun belum ada realisasi.
Fauzi mengaku tidak suka jika urusan yang menyangkut kesejahteraan masyarakat seperti itu harus terganjal birokrasi yang berbelit. "Kalau saya tidak datang ke kelurahan, mungkin masalah-masalah seperti ini saya tidak akan tahu," katanya.
Ade, yang datang kemudian ke Kelurahan Kebon Melati, akhirnya meminta warga untuk datang ke Suku Dinas KUMKMP Jakarta Pusat untuk mendapatkan surat keterangan guna melakukan pencairan dana PEMK itu. (EL/Ant/Richard) |
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 8306 765 |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
|